Social Icons

Senin, 20 April 2015

Surya Majapahit di Forum Bali Bebas Bicara Apa Saja


Iwan Pranajaya dan Surya Majapahit tak henti henti menyuarakan tentang penyelamatan dan pelestarian Pura-pura tua yang tersebar di seluruh Bali. Hal ini merupakan hal yang sangat penting bagi Iwan Pranajaya dan Surya Majapahit karena penemuan cara baca perlambang Pura oleh Iwan Pranajaya yang menganggap bahwa Ornamen-ornamen yang berada di Pura adalah sebuah data sejarah yang dapat mengurai sejarah Bali dan Majapahit. Penyampaian aspirasi kepada Pemerintah daerah Bali melalui Forum Bali bebas Bicara tanggal 5 Juni 2016 adalah kelanjutan dari penyampaian pada acara Simakrama sebelumnya tanggal 2 April 2016. Kegelisahan dari Forum Surya Majapahit tidak lepas dari sangat masifnya perubahan-perubahan pada Pura-pura di Bali menggunakan bahan Batu Hitam, yang tidak sesuai dengan bahan sebelumnya. Disamping bahan batu Hitam ini tidak sesuai, secara tidak langsung akan menghilangkan ornamen-ornamen yang ada sebelumnya, karena sifat Batu Hitam yang sangat sulit diukir. Dana-dana Bansos ke tiap Desa banyak digunakan untuk merenovasi Pura-pura yang sebagian besar menghilangkan/merubah bentuk sebelumnya. Dana-dana bansos yang diberikan sebaiknya digunakan untuk dana bergulir , tidak untuk merubah pura yang kondisinya masih baik. Tentunya hal ini perlu penyadaran kepada masyarakat, dan kami selaku Tim Surya Majapahit menganggap Pemerintah Daerah Bali memiliki kepentingan dan juga wewenang dalam menghimbau masyarakat untuk menjaga kelestarian Pura-pura di Bali. Dengan adanya Perda ataupun Pergub yang mengatur pelestarian Pura akan sangat memberi pengaruh besar dalam menjaga Taksu Bali sebagaimana yang selalu didengungkan oleh Pemerintah Bali. Dengan segala keterbatasan, Iwan Pranajaya dan Surya Majapahit akan selalu mendengungkan penyelamatan Pura, Save pura=Save Bali. Semoga Pemerintah Propinsi Bali melalui Bapak Gubernur Bali Mangku Pastika mempunyai solusi dalam program pelestarian  dan penyelamatan Pura ini.
28juli2016 by SM03

Buku Geger Nusantara


Cara Pemesanan Buku " Geger Nusantara "
* Handphone : 087861915709 
* Facebook    : Made Budiartha
Kirim SMS/Inbox/Pesan dengan format : Nama/No.Hp/Alamat/ Jumlah pesanan

Harga buku : Rp. 125.000,- (belum termasuk ongkos kirim)
Transfer ke rekening :
Bank BCA ,
No.acc 7730319899
an. I Made Budiartha,ST
Bank BRI,
                                                                                    No.acc. 722001004216537
                                                                                    an. I Made Budiartha,ST


Selasa, 03 Februari 2015

Keagungan Sejarah Pura Nteghana yang terlupakan

Pura Ntegana Dalem Aban terletak di Desa Adat Tegal Darmasaba, Badung, Bali. Banyak yang tidak tahu jika Pura Ntegana menyimpan kisah sejarah yang sangat tua, terkait kehadiran Tokoh-Tokoh besar pada jaman Kerajaan Bali, Pajajaran dan Majapahit. Sesuai hasil pembacaan perlambang dan metode yang masih dirahasiakan oleh Iwan Pranajaya, pimpinan Forum Surya Majapahit, tercatat kehadiran Raden Wijaya, Raja Udayana, Kebo Iwa, Waturenggong, dan tokoh-tokoh besar lainnya pada masa itu. Kehadiran mereka terkait dengan keberadaan tempat tersebut yang menjadi Pusat Pembelajaran Raja-Raja untuk mempelajari Ilmu Spiritual Ghanapati, atau ilmu kesetiaan dan kebijaksanaan. Proses pembacaan perlambang di Pura tersebut juga disaksikan oleh Jro Mangku serta beberapa warga pengempon Pura Ntegana. Dari hasil diskusi yang dilakukan setelah proses pembacaan, warga pengempon sangat berharap agar Pura Ntegana tersebut bisa mendapat perhatian pemerintah, khususnya dengan menjadikan Pura tersebut sebagai Pura Kahyangan Jagat sesuai kebesaran sejarah yang ada di Pura tersebut. 

Salam Surya Majapahit!!!

By. Iwan Pranajaya - Surya Majapahit

Jumat, 23 Januari 2015

MAJAPAHIT RIWAYATMU KINI

Sejarah Majapahit sudah kita dengar sejak duduk di bangku sekolah dasar. Guru kita mengajarkan bahwa  Majapahit  adalah kerajaan Hindu terbesar yang pernah ada di seluruh Nusantara. Majapahit terkenal dengan Mahapatih Gajah Mada yang mengumandangkan Sumpah Palapa dalam usaha beliau menyatukan Nusantara. Majapahit adalah kerajaan Hindu yang pusatnya di Jawa Timur. Majapahit juga dikenal dengan adanya kitab Negarakertagama yang dikarang oleh Mpu Prapanca. Kitab Negarakertagama, Pararaton, dan Babad-babad yang berkembang baik dari cerita rakyat maupun salinan lontar kemudian dijadikan pedoman oleh para sejarawan untuk menetapkan ataupun menyepakati bahwa kerajaan Majapahit itu ada di Jawa. Kemudian dengan ditemukannya Situs di Trowulan seakan semakin menguatkan keyakinan sejarawan bahwa Kerajaan Majapahit itu berpusat di Trowulan, Jawa Timur. Sampai disini kita semua percaya tanpa bisa membantahnya, walaupun sampai sekarang keberadaan kerajaan Majapahit itu masih misteri.

Rabu, 14 Januari 2015

TAKSU BALI

Bali memiliki banyak tempat wisata alam seperti pantai, gunung, danau dan sungai. Bali juga memiliki tempat wisata spiritual seperti Pura, mata air suci dan juga tempat suci lainnya. Belakangan juga muncul tempat wisata buatan baru seperti Kebun binatang, Restauran, Hotel dan Cafe/Bar yang menjadi permasalahn baru bagi Bali.
Pembangunan Hotel dan tempat wisata baru semakin marak belakangan ini, sehingga banyak tanah pertanian beralih fungsi menjadi perumahan atau hotel.  Dengan adanya objek wisata baru, jati diri pulau Bali akan semakin pudar, karena orang yang datang ke Bali hanya untuk melihat tempat wisata buatan baru dan daya tarik bali yang awalnya pada adat dan budaya akan semakin hilang. Tentu kita tidak ingin hal itu terjadi, para investor datang ke Bali hanya untuk memanfaatkan ketenaran bali untuk mengeruk keuntungan dan ketika semua yang bisa diambil dari Bali habis, maka mereka akan meninggalkan Bali dengan segudang masalah yang akan muncul.

Minggu, 11 Januari 2015

PURA KEHEN

Pura Kehen terletak di wilayah Kabupaten Bangli, Bali.
Pura ini wilayahnya dibatasi oleh bukit Bangli di sebelah utara dan kota Bangli di sebelah selatannya. Pura Kehen adalah pura terbesar ketiga di Bali, memiliki keunikan arsitektur bangunan dan juga ukirannya yang sangat kuna. Tidak mengherankan  Pura Kehen menjadi tempat tujuan wisatawan manca negara karena keindahan bentuk bangunannya dengan berlatarkan bukit Bangli yang hijau.

Dibalik kemegahan dan keagungan Pura Kehen, ternyata pura ini menyimpan cerita yang sangat indah yang tersembunyi dan tetap menjadi rahasia diantara ukiran dan perlambang yang bercerita tentang keindahan sebuah kerajaan besar yang pernah ada di Bali. 

Kerajaan apakah itu ?
 
 
Blogger Templates